Kali Ini Satu Arah Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran

Kementerian Perhubungan atau Kemenhub siap mengaplikasikan skema one way atau satu arah di Tol Trans Jawa waktu mudik Lebaran 2019. Taktik ini dipercaya bisa mengurai kemacetan yang umumnya berlangsung di sejumlah ruas penting jalan bebas kendala itu.

Ditambah lagi, Tol Trans Jawa sekarang ini sudah tersambung selama 965 km.. Dari mulai Merak di Banten, sampai Probolinggo Timur di Jawa Timur beehumblewithme.com.

Tidak cuma eksperimen jalan raya, ada 112 titik service Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di selama Tol Trans Jawa. Semuanya untuk kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran 2019 atau Idul Fitri 1440 Hijriah.

Seperti apa skema satu arah di Tol Trans Jawa yang akan diaplikasikan? Baca dalam Infografis di bawah ini:

Simak Yuk Jenis Mobil Bekas Paling Banyak Diincar untuk Mudik. Ada Incaranmu?

Mobil pribadi ada banyak diambil warga untuk pulang ke kampung halaman waktu Lebaran. Ini kelihatan dari trend penjualan mobil sisa yang selalu bertambah mendekati Idul Fitri.

Dikutip dari otosia.com (18/5/2018), Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer, menjelaskan jika keinginan mobil sisa selalu melompat sampai minggu ke-dua mendekati lebaran.

“Jika disaksikan dari penjualan tahun kemarin, umumnya naik 10 sampai 20 %. Umumnya, penjualan kita topang dengan bermacam promosi menarik,” katanya.

Fischer juga mengatakan dua type mobil yang terbanyak dicari customer untuk perjalanan mudik. Apapun ke-dua mobil itu? Cari info, yuk!

MPV jadi satu diantara kendaraan primadona untuk mudik. Karena, mobil ini mempunyai tujuh bangku penumpang alias 7-seater, hingga dapat menyimpan banyak bagian keluarga sekaligus juga. Perjalanan yang dikerjakan ramai-ramai pasti berasa lebih menyenangkan. Diluar itu, mobil ini mempunyai bagasi yang lumayan besar. Umumnya, barang bawaan mudik lumayan banyak hingga perlu masuk ke bagasi yang besar.

Fischer menjelaskan, penjualan MPV mendekati Lebaran memang tunjukkan angka yang lumayan tinggi. Mengenai mobil MPV yang paling laris di market adalah Toyota Avanza serta Daihatsu Xenia.

Type mobil lain yang alami penambahan penjualan lumayan tinggi ialah city car. Sama dengan MPV, Fischer menjelaskan jika penjualan city car mendekati Lebaran naik seputar 10 – 15 %. Menurut dia, mobil type ini banyak dicari oleh customer yang baru kerja, masih lajang, atau pasangan muda.

“Minatnya bertambah sebab dua hal, macet serta ruang parkir. Jika macet enak, mobil kecil dapat selap-selip. Parkir di apartemen hanya terbatas, jika mobil besar kan sulit. Saya sich hanya lihat keperluan mobil kecil lebih sederhana untuk Jakarta,” kata Fischer.

Nah, itu ialah dua type mobil paling laku mendekati Lebaran. Kurang lebih type mobil mana yang menjadi pilihanmu? Apa pun pilihanmu, yakinkan mobil sisa yang akan Anda beli mempunyai situasi mesin lumayan bagus. Dengan demikian, Anda akan terlepas dari resiko berhenti atau mesin mobil overheat waktu mudik.

Sesudah membelinya, lengkapi perawatan mesinmu dengan bensin Shell V-Power supaya performnya makin optimal. Bensin ini sudah diperlengkapi jadwal kapal pelni dengan tehnologi Dynaflex yang mempunyai 3x molekul pembersih, hingga dapat bersihkan endapan serta kurangi gesekan sampai 80 %. Efisiensi serta perform kendaraan juga ditanggung lebih baik.

Diluar itu, tehnologi Dynaflex membuat gesekan di antara piston serta dinding silinder diminimalkan sekecil mungkin. Ini membuatnya demikian efisien untuk menjaga mesin kendaraan, termasuk juga meningkatkan perform kendaraan hingga bisa meluncur dengan mulus.

Menyusutnya jatah perawatan mobil, mengoptimalkan kapasitas bahan bakar, serta perform mesin lebih maksimal ialah turunan dari efisiensi yang dapat diperoleh bila mobil Anda memakai Shell V-Power.

Kabarnya Organda Imbau Pengusaha Patuhi Aturan Muatan Truk

Organisasi Angkutan Darat( Organda) memohon pengusaha angkutan mematuhi ketentuan pemerintah Mengenai kelebihan muatan truk.

Ini diungkapkan Pimpinan kapal pelni Universal Organisasi Angkutan Darat( Organda) Andre Djokosoetono. Ia mengaku ikut menyongsong baik langkah penertiban kendaran bermuatan lebih( Over Dimension Over Loading/ ODOL) yang hendak dicoba Departemen Perhubungan( Kemenhub).

Andre juga menegaskan kepada seluruh truk buat mentaati peraturan Kemenhub serta senantiasa mencermati muatan di dalam truk tiap- tiap.

” DPP Organda

mengimbau kepada seluruh pengusaha truk biar mencermati muatan di dalam truknya tiap- tiap sehingga tidak menyebabkan lebih sebab hendak berisiko terhadap keselamatan dijalanan serta orang lain,” ucap Andre, Senin( 9/ 7/ 2018).

Ia menegaskan bila owner benda wajib ketahui seberapa besar kapasitas muatan truk miliknya.” Jadi jangan asal dilansir saja,” tegas ia.

Di sisi lain, ia memperhitungkan pemerintah sukses menanggulangi arus mudik serta balik Lebaran 2018. Walaupun ada beberapa kemacetan di ruas tol Jakarta- Cikampek- Cipali, tetapi kasus tersebut lekas terurai dengan terdapatnya kebijakan sistem contra flow, sehingga kemacetan tidak hingga jadi momok.

Dengan berfungsinya Tol Trans Jawa, baik yang beroperasional secara komersial ataupun yang masih fungsional bisa mengurai permasalahan mudik.

Tetapi Andre pula menyinggung program mudik free. Ia berharap supaya program mudik free pemerintah turut mengaitkan bus- bus angkutan dalam trayek.

“ Program mudik free, baik yang diselenggarakan oleh Departemen Perhubungan, BUMN, serta bermacam komunitas kampung taman sebahagian besar masih banyak memakai bus- bus pariwisata. Sepatutnya bis angkutan dalam trayek pula dioptimalkan,” jelas ia.

Sedangkan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengku grupnya telah melaksanakan sosialisasi kepada pengusaha supaya tidak muat benda tidak setimpal kapasitas.

Apabila masih dicoba, Kemenhub tidak segan- segan hendak berikan sanksi berbentuk penilangan serta penahanan benda.

Baginya, syarat memuat benda sesungguhnya telah terdapat dari tiap truk. Namun para pengusaha kerap muat benda melebihi batasan syarat sehingga jadi overloading.

” Saat ini ingin ditegakan, jika kita bahagia serta sepakat. Yang berarti owner benda wajib siuman kalau muatan setimpal standar, maksudnya terdapat penyesuaian,” ucapnya.

Kerugian Akibat Truk Kelebihan Muatan Capai Rp 43 Triliun

Departemen Perhubungan( Kemenhub) berkomitmen terus memerangi truk Over Ukuran serta Over Load( ODOL). Salah satu dengan sistem bawa permasalahan truk kegemukan tersebut ke meja hijau.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi berkata grupnya hendak bawa permasalahan truk ODOL ke jalan hukum. Ini sebab truk ODOL tercantum salah satu tindak kejahatan semacam diatur dalam Undang- Undang( UU) Nomor

22 Tahun 2009 tentang kemudian lintas serta angkutan jalur.

” Yang overdimensi

memanglah terdapat faktor di UU itu masuk ranah kejahatan. Makanya aku harapkan pelakon karoseri yang saat ini telah terlanjur aku memohon disesuaikan, yang belum, tolong menyudahi,” kata Dirjen Budi di Gedung Kemenhub, Rabu( 4/ 7/ 2018).

” Hendak kita jalani penyidikan serta aku telah mendidik 60 PPNS yang memililki kualifikasi buat melaksanakan penyidikan terhadap perkara- perkara overdimensi. Jadi nanti hendak kita berkas hendak kita kirim ke majelis hukum serta tidak memakai seperti persidangan tilang, langsung memakai persidangan terhadap kejahatan,” tegas ia.

Budi menegaskan hendak terus memerangi kasus truk ODOL tersebut karena kerugian yang diakibatkan sangat besar. Kehancuran jalur akibat truk ODOL memunculkan kerugian sampai Rp 43 triliun per tahun. Sedangkan bayaran buat membangun jalur cuma Rp 26

triliun.

” Hasrat kami aku telah setuju dengan sahabat baik pusat serta wilayah wajib menuntaskan permasalahan over load serta over ukuran sebab apa? kita malu dikira bagaikan negeri yang belum selesaikan ODOL, India, Thailand, Vietnam telah,” kata ia.